Anda baru saja menikah? Selamat ya! Setelah pesta pernikahan yang besar, kehidupan sesungguhnya menanti di hadapan Anda. Nah, supaya urusan merger finansial berjalan lancar. Simak tips keuangan dari Perencana Keuangan detikFinance dan penulis berikut ini :
1. Tentukan pola pengaturan keuangan dalam rumah tangga.
Anda dan pasangan harus sepakat seperti apa bentuk pengaturannya. Secara umum, yang paling mudah adalah mengatur penghasilan dan pengeluaran tergabung. Alternatif lain, masing-masing tentukan akan berkontribusi berapa ke dalam rumah tangga, dan sisanya bisa digunakan untuk pos pengeluaran pribadi.
2. Membuat rencana pengeluaran yang baru.
Gaji bulanan boleh lho dihabiskan! Asalkan semua pos pengeluaran mendapatkan porsi yang seimbang. Berikut contoh untuk penghasilan gabungan sebesar Rp 10 juta setiap bulan.
Jumlah Pendapatan Rp 10.000.000
Gaji Anda Rp 5.000.000
Gaji Pasangan Rp 5.000.000
Jumlah Pengeluaran Rp 10.000.000
Tabungan & Investasi Rp 1.000.000
Rutin bulanan Rp 4.000.000
Transportasi Rp 1.000.000
Pembayaran Cicilan utang Rp 3.000.000
Gaya Hidup Rp 1.000.000
KAPASITAS ARUS KAS BEBAS 0
3. Mempersiapkan dana darurat
Sebagai pasangan muda, memiliki dana darurat menjadi semakin penting. Pastikan, Anda mulai mengumpulkan dana darurat di tabungan terpisah dengan target minimal mencapai 3 kali pengeluaran rutin bulanan. Terutama jika anda berencana memiliki anak, tentunya tabungan darurat yang berbentuk tabungan pendidikan anak pun wajib diikutsertakan dalam daftar rencana dana darurat anda. Jangan sampai jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan nanti, anak-anak anda tidak mampu melanjutkan pendidikannya setinggi yang kita harapkan.
4. Membuka rekening investasi untuk dana pensiun
Saya sarankan Anda untuk membeli reksadana saham sebanyak Rp 500 ribu setiap bulan untuk keperluan dana pensiun. Namun akan lebih baik jika akan membuka rekening untuk keperluan dana pensiun dengan dikonsultasikan terlebih dahulu kepada perencana keuangan. Pilihlah perencana keuangan yang tepat dan handal yang mampu membantu anda mempersiapkan berapa besar dana yang kira-kira diperlukan untuk persiapakan dana pensiun.
5. Evaluasi kebutuhan proteksi
Saat sudah menikah, pastikan pasangan yang bergantung hidupnya kepada Anda mendapatkan perlindungan dalam bentuk asuransi jiwa. Semakin lama, mereka yang masih tabu akan memiliki asuransi jiwa mulai memikirkan kembali masak-masak tentang pentingnya memiliki perlindungan. Para pegawai negeri yang cerdas, tidak lagi berpikir bahwa mereka sudah memiliki asuransi kesehatan maupun jamsostek sebagai asuransi jiwa mereka. Ingatlah bahwa asuransi kesehatan dan jamsostek hanya dapat diklaim selama anda menjadi pekerja dan apabila anda anda sudah berhenti maupun pensiun, dana yang terkumpul di asuransi kesehatan maupun jamsostek sekalipun tidak diambil selama bekerja, tidak akan mampu menjamin masa pensiun maupun dana berkelanjutan bagi keluarga anda terpenuhi, sehingga asuransi jiwa sangat dianjurkan untuk dimiliki.





